<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Syarah Hadits Arba'in An Nawawi</title>
	<atom:link href="http://arbaiin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arbaiin.wordpress.com</link>
	<description>Ibnu Daqiqil 'Ied</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jun 2007 09:14:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arbaiin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8a23724a2139c67ad2be89ce87e077f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Syarah Hadits Arba'in An Nawawi</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Hadits Ke-15</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/03/29/hadits-ke-15/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/03/29/hadits-ke-15/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 03:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/03/29/hadits-ke-15/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث الخامس عشر
 HADITS KE-15
BERKATA BAIK ATAU LEBIH BAIK DIAM, SERTA MEMULIAKAN TAMU
 عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت , ومن كان يومن بالله واليوم الاخر فليكرم جاره , ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=22&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث الخامس عشر</span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:28pt;color:green;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span> HADITS KE-15</span></strong><span><br />
<strong><u><span style="color:blue;">BERKATA BAIK ATAU LEBIH BAIK DIAM, SERTA MEMULIAKAN TAMU</span></u></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"> عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span> : </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت , ومن كان يومن بالله واليوم</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">الاخر فليكرم جاره , ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”</span></em><em><span>. </span></em><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong><span id="more-22"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Kalimat <em><span style="color:blue;">“barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat”</span></em>, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, <em><span style="color:blue;">“maka hendaklah ia berkata baik atau diam”</span></em> karena orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya tentu dia takut kepada ancaman-Nya, mengharapkan pahala-Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Yang terpenting dari semuanya itu ialah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badannya, sebagaimana tersebut pada firman Allah :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya”.</span></em><span> </span>(QS. Al Isra’ : 36)</p>
<p style="text-align:justify;">dan firman-Nya: <em><span style="color:blue;">“Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”.</span></em> (QS. Qaff : 18)</p>
<p>Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:<br />
<em><span style="color:blue;">“Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya”</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau juga bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">“Tiap ucapan anak Adam menjadi tanggung jawabnya, kecuali menyebut nama Allah, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran</span></em>”.</p>
<p style="text-align:justify;">Barang siapa memahami hal ini dan beriman kepada-Nya dengan keimanan yang sungguh-sungguh, maka Allah akan memelihara lidahnya sehingga dia tidak akan berkata kecuali perkataan yang baik atau diam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian ulama berkata: “Seluruh adab yang baik itu bersumber pada empat Hadits, antara lain adalah Hadits “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. Sebagian ulama memaknakan Hadits ini dengan pengertian; “Apabila seseorang ingin berkata, maka jika yang ia katakan itu baik lagi benar, dia diberi pahala. Oleh karena itu, ia mengatakan hal yang baik itu. Jika tidak, hendaklah dia menahan diri, baik perkataan itu hukumnya haram, makruh, atau mubah”. Dalam hal ini maka perkataan yang mubah diperintahkan untuk ditinggalkan atau dianjurkan untuk dijauhi Karena takut terjerumus kepada yang haram atau makruh dan seringkali hal semacam inilah yang banyak terjadi pada manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">“Apapun kata yang terucapkan pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”.</span></em> (QS.Qaaf : 18)</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama berbeda pendapat, apakah semua yang diucapkan manusia itu dicatat oleh malaikat, sekalipun hal itu mubah, ataukah tidak dicatat kecuali perkataan yang akan memperoleh pahala atau siksa. Ibnu ‘Abbas dan lain-lain mengikuti pendapat yang kedua. Menurut pendapat ini maka ayat di atas berlaku khusus, yaitu pada setiap perkataan yang diucapkan seseorang yang berakibat orang tersebut mendapat pembalasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat <em><span style="color:blue;">“hendaklah ia memuliakan tetangganya……..,</span></em> <em><span style="color:blue;">maka hendaklah ia memuliakan tamunya” ,</span></em> menyatakan adanya hak tetangga dan tamu, keharusan berlaku baik kepada mereka dan menjauhi perilaku yang tidak baik terhadap mereka. Allah telah menetapkan di dalam Al Qur’an keharusan berbuat baik kepada tetangga dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">“Jibril selalu menasehati diriku tentang urusan tetangga, sampai-sampai aku beranggapan bahwa tetangga itu dapat mewarisi harta tetangganya”. </span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Bertamu itu merupakan ajaran Islam, kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Sebagian ulama mewajibkan menghormati tamu tetapi sebagian besar dari mereka berpendapat hanya merupakan bagian dari akhlaq yang terpuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengarang kitab Al Ifshah mengatakan : “Hadits ini mengandung hukum, hendaklah kita berkeyakinan bahwa menghormati tamu itu suatu ibadah yang tidak boleh dikurangi nilai ibadahnya, apakah tamunya itu orang kaya atau yang lain. Juga anjuran untuk menjamu tamunya dengan apa saja yang ada pada dirinya walaupun sedikit. Menghormati tamu itu dilakukan dengan cara segera menyambutnya dengan wajah senang, perkataan yang baik, dan menghidangkan makanan. Hendaklah ia segera memberi pelayanan yang mudah dilakukannya tanpa memaksakan diri”. Pengarang juga menyebutkan perkataan dalam menyambut tamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya ia berkata : Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam <em><span style="color:blue;">“maka hendaklah ia berkata baik atau diam”</span></em> , menunjukkan bahwa perkatan yang baik itu lebih utama daripada diam, dan diam itu lebih utama daripada berkata buruk. Demikian itu karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya menggunakan kata-kata “hendaklah untuk berkata benar” didahulukan dari perkataan “diam”. Berkata baik dalam Hadits ini mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum muslim, amar ma’ruf dan nahi mungkar berdasarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, berkata yang baik kepada orang lain. Dan yang terbaik dari semuanya itu adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan orang yang ditakuti kekejamannya atau diharapkan pemberiannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=22&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/03/29/hadits-ke-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-14</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/30/hadits-ke-14/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/30/hadits-ke-14/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2007 01:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/30/hadits-ke-14/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث الرابع عشر
HADITS KE-14
LARANGAN BERZINA, MEMBUNUH, DAN MURTAD
 ابن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم &#8221; لا يحل دمُ امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث : الثيب الزاني , والنفس بالنفس , والتارك لدينه المفارق للجماعة
Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=18&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;line-height:150%;color:green;">الحديث الرابع عشر</span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:28pt;line-height:150%;color:green;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span>HADITS KE-14<span style="color:blue;"><br />
<u>LARANGAN BERZINA, MEMBUNUH, DAN MURTAD</u></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> ابن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه <span style="color:red;">وسلم</span></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> &#8221; </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">لا يحل دمُ امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> : </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">الثيب الزاني , والنفس بالنفس , والتارك لدينه المفارق للجماعة</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span>Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : <span style="color:blue;">‘Tidak halal darah seorang muslim kecuali Karena salah satu di antara tiga perkara : orang yang telah kawin berzina, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya yaitu merusak jama’ah’ “.</span></span></em><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Bukhari no. 6878, Muslim no. 1676]</span></strong><span id="more-18"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Pada beberapa riwayat disebutkan :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">“Tidak halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah, kecuali karena salah satu dari tiga hal”.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Kalimat <em><span style="color:blue;">“telah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah”</span></em> merupakan penjelasan dari kata “muslim”. </span>Kalimat “yang merusak jama’ah” adalah penjelasan dari kata “yang meninggalkan agamanya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga golongan ini darahnya dihalalkan berdasarkan nash. Yang dimaksud dengan “jama’ah” adalah kaum muslim dan yang dimaksud dengan “merusak jama’ah” adalah keluar dari agama. Inilah yang menyebabkan darahnya dihalalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat<em><span style="color:blue;"> “yang meninggalkan agamanya yaitu merusak jama’ah”</span></em> adalah kalimat umum yang mencakup setiap orang yang keluar dari agama Islam dalam bentuk apapun, maka ia wajib dibunuh kalau tidak mau kembali kepada Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama berkata : “Kalimat tersebut juga mencakup setiap orang yang menyimpang dari kaum muslim dengan berbuat bid’ah, merusak, atau lainnya”. Wallahu a‘lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara tersurat, kalimat yang umum tersebut dikhususkan kepada orang yang melakukan penyerangan atau semacamnya terhadap kaum muslim, maka untuk mengatasi gangguannya itu dia boleh dibunuh, karena perbuatan semacam itu termasuk kategori merusak kaum muslim. Juga yang dimaksud oleh Hadits di atas ialah seorang muslim tidak boleh dengan sengaja dibunuh terkecuali karena dia melakukan salah satu dari tiga hal di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian ulama menjadikan Hadits ini sebagai dalil bahwa orang yang meninggalkan shalat boleh dibunuh, karena perbuatannya itu termasuk salah satu dari tiga perbuatan di atas. Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat, sebagian menyatakannya kafir dan sebagian lagi menyatakan tidak kafir. Pendapat yang menyatakan kafir berdalil dengan Hadits lain yaitu sabda Rasululah Shalallahu ‘alaihi wasallam <em><span style="color:blue;">: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah, mereka melakukan shalat dan mengeluarkan zakat”.<br />
</span></em><br />
Maksud dari dalil ini ialah bahwa perlindungan itu diberikan kepada orang yang mengucapakan syahadat, melaksanakan shalat dan mengeluarkan zakat secara utuh dan meninggalkan salah satunya berarti membatalkannya. Pemahaman seperti ini berlaku jika dalil diatas di pegang secara harfiah, yaitu kalimat <em><span style="color:blue;">“aku diperintah untuk memerangi manusia….”</span></em> Dipahami bahwa perintah memerangi ini berlaku bagi semua yang melanggar apa yang disebutkan. Pemahaman seperti ini dianggap lemah Karena tidak membedakan antara memerangi dan membunuh, sedangkan memerangi berarti tindakan dua pihak yang saling membunuh. Kewajiban memerangi orang yang meninggalkan shalat tidak dengan sendirinya menyatakan kewajiban membunuh selama orang itu tidak memerangi kita. Wallaahu a’lam.</p>
<p>Kalimat <em><span style="color:blue;">“orang yang telah kawin berzina”</span></em> mencakup laki-laki dan perempuan. Hadits ini menjadi dasar kesepakatan kaum muslim bahwa orang yang berzina semacam itu dirajam dengan syarat-syarat yang dijelaskan dalam kitab fiqih.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat <em><span style="color:blue;">“jiwa dengan jiwa”</span></em> sejalan dengan firman Allah: <em><span style="color:blue;">“Dan Kami telah tetapkan mereka di dalam Taurat bahwa jiwa dengan jiwa”.</span></em> (QS. Al Maidah : 45)</p>
<p style="text-align:justify;">Yaitu berlaku sepadan antara orang-orang yang sama-sama Islam atau sama-sama merdeka. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam : <em><span style="color:blue;">“Seorang muslim tidak dibunuh karena membunuh seorang kafir”.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga syarat merdeka, berlaku sebagaimana pendapat Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad. Akan tetapi, para pengikut ahli ra’yu (Imam Abu Hanifah) berpendapat seorang muslim dihukum bunuh karena membunuh kafir dzimmi dan orang merdeka dibunuh karena membunuh budak, dan mereka berdalil dengan Hadits ini juga. Akan tetapi kebanyakan ulama berbeda dengan pendapat tersebut.<span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=18&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/30/hadits-ke-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-13</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/26/hadits-ke-13/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/26/hadits-ke-13/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 02:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/26/hadits-ke-13/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث الثالث عشر
HADITS KE-13
MENCINTAI MILIK ORANG LAIN SEPERTI MENCINTAI MILIKNYA SENDIRI
 عن أبي حمزة أنس بن مالك رضي الله عنه –خادم رسول اله صلى الله عليه وسلم قال &#8221; لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=16&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;line-height:150%;color:green;">الحديث الثالث عشر</span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:28pt;line-height:150%;color:green;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span>HADITS KE-13</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><u><span style="color:blue;">MENCINTAI MILIK ORANG LAIN SEPERTI MENCINTAI MILIKNYA SENDIRI</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"> عن أبي حمزة أنس بن مالك رضي الله عنه –خادم رسول اله صلى الله</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">عليه وسلم قال &#8221; لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span>Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: <span style="color:blue;">“Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai milik saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai miliknya sendiri”.</span></span></em><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Bukhari no. 13, Muslim no. 45]</span></strong><span id="more-16"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah di dalam Shahih Bukhari, digunakan kalimat <em><span style="color:blue;">“milik saudaranya”</span></em> tanpa kata yang menunjukkan keraguan. Di dalam Shahih Muslim disebutkan <em><span style="color:blue;">“milik saudaranya atau tetangganya”</span></em> dengan kata yang menunjukkan keraguan.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama berkata bahwa <em><span style="color:blue;">“tidak beriman”</span></em> yang dimaksudkan ialah imannya tidak sempurna karena bila tidak dimaksudkan demikian, maka berarti seseorang tidak memiliki iman sama sekali bila tidak mempunyai sifat seperti itu. Maksud kalimat “mencintai milik saudaranya” adalah mencintai hal-hal kebajikan atau hal yang mubah. Hal ini ditunjukkan oleh riwayat Nasa’i yang berbunyi :<br />
<em><span style="color:blue;">“Sampai ia mencintai kebaikan untuk saudaranya seperti mencintainya untuk dirinya sendiri”.</span></em></p>
<p>Abu ‘Amr bin Shalah berkata : “ Perbuatan semacam ini terkadang dianggap sulit sehingga tidak mungkin dilakukan seseorang. Padahal tidak demikian, karena yang dimaksudkan ialah bahwa seseorang imannya tidak sempurna sampai ia mencintai kebaikan untuk saudaranya sesama muslim seperti mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri. Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan melakukan sesuatu hal yang baik bagi diriya, misalnya tidak berdesak-desakkan di tempat ramai atau tidak mau mengurangi kenikmatan yang menjadi milik orang lain. Hal-hal semacam itu sebenarnya gampang dilakukan oleh orang yang berhati baik, tetapi sulit dilakukan orang yang berhati jahat”. Semoga Allah memaafkan kami dan saudara kami semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Zinad berkata : “Secara tersurat Hadits ini menyatakan hak persaman, tetapi sebenarnya manusia itu punya sifat mengutamakan dirinya, karena sifat manusia suka melebihkan dirinya. Jika seseorang memperlakukan orang lain seperti memperlakukan dirinya sendiri, maka ia merasa dirinya berada di bawah orang yang diperlakukannya demikian. Bukankah sesungguhnya manusia itu senang haknya dipenuhi dan tidak dizhalimi? Sesungguhnya iman yang dikatakan paling sempurna ketika seseorang berlaku zhalim kepada orang lain atau ada hak orang lain pada dirinya, ia segera menginsafi perbuatannya sekalipun hal itu berat dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan bahwa Fudhail bin ‘Iyadz, berkata kepada Sufyan bin ‘Uyainah : “Jika anda menginginkan orang lain menjadi baik seperti anda, mengapa anda tidak menasihati orang itu karena Allah. Bagaimana lagi kalau anda menginginkan orang itu di bawah anda?” (tentunya anda tidak akan menasihatinya).</p>
<p>Sebagian ulama berpendapat : “Hadits ini mengandung makna bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya laksana satu tubuh. Oleh karena itu, ia harus mencintai saudaranya sendiri sebagai tanda bahwa dua orang itu menyatu”.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti tersebut pada Hadits lain : <em><span style="color:blue;">“Orang-orang mukmin laksana satu tubuh, bila satu dari anggotanya sakit, maka seluruh tubuh turut mengeluh kesakitan dengan merasa demam dan tidak bisa tidur malam hari”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=16&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/26/hadits-ke-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-12</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-12/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-12/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 03:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-12/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث الثاني عشر
HADITS KE-12
MENINGGALKAN YANG TIDAK BERMANFAAT
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم &#8221; من حسن إسلام المرء ترك ما لا يعنيه &#8221; حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : &#8220;Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : &#8220;Sebagian dari kebaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=15&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث الثاني عشر</span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:28pt;color:green;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>HADITS KE-12</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><u><span style="color:blue;">MENINGGALKAN YANG TIDAK BERMANFAAT</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">&#8221; </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">من حسن إسلام المرء ترك ما لا يعنيه</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> &#8221; حديث حسن رواه الترمذي وغيره</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">هكذا</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata <em>: </em>&#8220;Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam<em> <span style="color:blue;">: &#8220;Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya&#8221; &#8220;.</span> </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976]</span></strong><span id="more-15"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Qurrah bin ‘abdurrahman dari Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dan sanad-sanadnya ia nyatakan shahih. </span>Tentang Hadits ini ia berkata : “Hadits ini kalimatnya pendek tetapi padat berisi”. Semakna dengan Hadits ini adalah ucapan Abu Dzar pada beberapa riwayatnya<em><span style="color:blue;">: “Barang siapa yang menilai ucapan dengan perbuatannya, maka dia akan sedikit bicara dalam hal yang tidak berguna bagi dirinya”.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Imam Malik menyebutkan bahwa sampai kepadanya keterangan bahwa seseorang berkata kepada Luqman : “Apa yang menjadikan engkau mencapai derajat yang kami saksikan sekarang?” Jawabnya : “Berkata benar, menunaikan amanat dan meninggalkan apa saja yang tidak berguna bagi diriku”.</p>
<p>Diriwayatkan dari Imam Al Hasan, ia berkata : “Tanda bahwa Allah menjauh dari seseorang yaitu apabila orang itu sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna bagi kepentingan akhiratnya”. Ia berkata bahwa Abu Dawud berkata : “Ada 4 Hadits yang menjadi dasar bagi tiap-tiap perbuatan, salah satunya adalah Hadits ini”.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=15&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-11</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-11/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-11/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 03:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-11/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث الحادي عشر
HADITS KE-11
TINGGALKAN KERAGU-RAGUAN
عن أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب سبط رسول الله صلى الله عليه وسلم وريحانته رضي الله عنهما قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم &#8221; دع ما يريبك إلى ما لا يريبك &#8221; رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح
Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=14&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث الحادي عشر</span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:28pt;color:green;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>HADITS KE-11</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><u><span style="color:blue;">TINGGALKAN KERAGU-RAGUAN</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">عن أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب سبط رسول الله صلى الله عليه</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">وسلم وريحانته رضي الله عنهما قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم <span style="color:red;">&#8221; دع ما</span></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">يريبك إلى ما لا يريبك</span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> &#8221; رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu &#8216;anhuma telah berkata : “Aku telah menghafal (sabda) dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam<em><span style="color:blue;">: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu </span></em><span style="color:blue;">“.</span> </span>(HR. Tirmidzi dan berkata Tirmidzi : Ini adalah Hadits Hasan Shahih) <span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]</span></strong><span id="more-14"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Kalimat <em><span style="color:blue;">“yang meragukan kamu”</span></em> maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan kamu ragu-ragu dan bergantilah kepada hal yang tidak meragukan. Hadits ini kembali kepada pengertian Hadits keenam, yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: <em><span style="color:blue;">“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya banyak perkara syubhat”.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “<em><span style="color:blue;">Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia”.</span></em></p>
<p></span>Tingkatan sifat semacam ini lebih tinggi dari sifat meninggalkan yang meragukan.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=14&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/17/hadits-ke-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-10</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-10/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2007 09:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-10/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث العاشر

HADITS KE-10

MAKAN DARI RIZKI YANG HALAL
عن أبي هريرة –رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم &#8220; إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا ،وان الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين ..فقال تعالى &#8221; يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا&#8230; &#8221; المؤمنون /51&#8230; وقال الله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=13&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث العاشر</span></strong><span dir="ltr" style="font-size:28pt;"><br />
</span><strong><span dir="ltr"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span dir="ltr">HADITS KE-10</span></strong><br />
<span dir="ltr"><br />
<strong><u><span style="color:blue;">MAKAN DARI RIZKI YANG HALAL</span></u></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">عن أبي هريرة –رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">وسلم &#8220;<span style="color:red;"> إن الله تعالى طيب لا يقبل إلا طيبا ،وان الله أمر المؤمنين بما أمر به</span></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">المرسلين ..فقال تعالى &#8221; يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">وَاعْمَلُوا صَالِحًا&#8230; &#8221; المؤمنون /51&#8230; وقال الله تعالى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُم &#8230;&#8221; البقرة/172 &#8230; ثم ذكر رجل</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">يطيل السفر أشعث اغبر يمد يده إلى السماء يا رب يا رب ، ومطعمه حرام ومشربه حرام</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">وملبسة حرام وغذي بالحرام فإنى يستجاب له</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span>Dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anh, ia berkata : “Telah bersabda Rasululloh : <span style="color:blue;">“ Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman: Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih. </span></span><span style="color:blue;">Dan Dia berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.’ Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhan, wahai Tuhan” , sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do’anya&#8221;.</span></em><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Muslim no. 1015]</span></strong><span id="more-13"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kata <em><span style="color:blue;">“thayyib (baik)”</span></em> berkenaan dengan sifat Allah maksudnya ialah bersih dari segala kekurangan. Hadits ini merupakan salah satu dasar dan landasan pembinaan hukum Islam. Hadits ini berisi anjuran membelanjakan sebagian dari harta yang halal dan melarang membelanjakan harta yang haram. Makanan, minuman, pakaian dan sebagainya hendaknya benar-benar yang halal tanpa bercampur yang syubhat.</p>
<p>Orang yang ingin memohon kepada Allah hendaklah memperhatikan persyaratan yang tersebut pada Hadits ini. Hadits ini juga menyatakan bahwa seseorang yang membelanjakan hartanya dalam kebaikan berarti ia telah membersihkan dan menumbuhkan hartanya. Makanan yang enak tetapi tidak halal menjadi malapetaka bagi yang memakannya dan Allah tidak akan menerima amal kebajikannya.</p>
<p>Kalimat <em><span style="color:blue;">“kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu”</span></em>, maksudnya ialah menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan kebaikan seperti haji, jihad, dan perbuatan baik lainnya. Amal kebajikan tersebut tidak akan diterima oleh Allah bila yang bersangkutan makan, minum dan berpakaian dari hasil yang haram. Lalu bagaimana lagi nasib orang-orang yang berbuat dosa di dunia atau berlaku zhalim kepada orang lain atau mengabaikan ibadah dan amal kebajikan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat <em><span style="color:blue;">“menengadahkan kedua tangannya”</span></em> maksudnya berdo’a kepada Allah memohon sesuatu, namun dia tetap berbuat dosa dan melanggar aturan agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat <em><span style="color:blue;">“makanannya haram…,</span></em> maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do’anya”, maksudnya bagaimana orang yang perbuatannya semacam itu akan dikabulkan do’anya, karena dia bukanlah orang yang layak dikabulkan do’anya. Akan tetapi walaupun demikian, boleh saja Allah mengabulkannya sebagai tanda kemurahan, kasih sayang dan pemberian karunia. Wallaahu a’lam.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=13&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-9</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-9/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-9/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2007 04:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-9/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث التاسع

HADITS KE-9
MELAKSANAKAN PERINTAH SESUAI KEMAMPUAN
عن أبي هريرة عبدالرحمن بن صخر رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:  ما نهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم , فإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة مسائلم واختلافهم على أنبيائهم
Dari Abu Hurairah, &#8216;Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu &#8216;anh, ia berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=11&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث التاسع</span></strong><span dir="ltr"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span dir="ltr"><strong>HADITS KE-9</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><u><span dir="ltr" style="color:blue;">MELAKSANAKAN PERINTAH SESUAI KEMAMPUAN</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">عن أبي هريرة عبدالرحمن بن صخر رضي الله عنه قال سمعت رسول الله</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">صلى الله عليه وسلم يقول</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>: </span><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="rtl"></span><span dir="rtl"></span><span> </span></span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">ما نهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فأتوا منه ما</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">استطعتم , فإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة مسائلم واختلافهم على</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">أنبيائهم</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari Abu Hurairah, &#8216;Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu &#8216;anh, ia berkata<em> : <span style="color:blue;">Aku mendengar Rasulullah bersabda : &#8220;Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh)&#8221;</span></em> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="right"><strong><span dir="ltr">[Bukhari no. 7288, Muslim no. 1337]</span></strong><span id="more-11"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Hadits ini terdapat dalam kitab Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata : “Rasulullah berkhutbah dihadapan kami, sabda beliau : <em><span style="color:blue;">Wahai manusia, Allah telah mewajibkan kepada kamu haji, karena itu berhajilah, lalu seseorang bertanya : Wahai Rasulullah… apakah setiap tahun ?, Rasulullah diam, sampai orang itu bertanya tiga kali, lalu Rasulullah bersabda : Kalau aku katakana “ya” niscaya menjadi wajib dan kamu tidak akan sanggup melakukannya, kemudian beliau bersabda lagi :Biarkanlah aku dengan apa yang aku diamkan, karena kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka. Maka jika aku perintahkan melakukan sesuatu, kerjakanlah menurut kemampuan kamu, tetapi jika aku melarang kamu melakukan sesuatu, maka tinggalkanlah.</span></em> </span>Laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah adalah Aqra’ bin Habits, demikianlah menurut suatu riwayat.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ahli ushul fiqh mempersoalkan perintah dalam agama, apakah perintah itu harus dilakukan berulang-ulang ataukah tidak. Sebagian besar ahli fiqh dan ahli ilmu kalam menyatakan tidak wajib berulang-ulang. Akan tetapi yang lain tidak menyatakan setuju atau menolak, tetapi menunggu penjelasan selanjutnya. Hadits ini dijadikan dalil bagi mereka yang bersikap menanti (netral), karena sahabat tersebut bertanya “Apakah setiap tahun?” sekiranya perintah itu dengan sendirinya mengharuskan pelaksanaan berulang-ulang atau tidak, tentu Rasulullah tidak menjawab dengan kata-kata “Kalau aku katakan “ya”, niscaya menjadi wajib dan kamu tidak akan sanggup melakukannya” Bahkan tidak ada gunanya hal tersebut ditanyakan. Akan tetapi secara umum perintah itu mengandung pengertian tidak perlu dilaksanakan berulang-ulang. Kaum muslim sepakat bahwa menurut agama, bahwa haji itu hanya wajib dilakukan satu kali seumur hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“Biarkanlah aku dengan apa yang aku diamkan”</span></em> secara formal menunjukkan bahwa setiap perintah agama tidaklah wajib dilaksanakan berulang-ulang, kalimat ini juga menunjukkan bahwa pada asalnya tidak ada kewajiban melaksanakan ibadah sampai datang keterangan agama. Hal ini merupakan prinsip yang benar dalam pandangan sebagian besar ahli fiqh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“Kalau aku katakan “ya”</span></em> tentu menjadi wajib” menjadi alasan bagi pemahaman para salafush sholih bahwa Rasulullah mempunyai wewenang berijtihad dalam masalah hukum dan tidak diisyaratkan keputusan hukum itu harus dengan wahyu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu”</span></em> merupakan kalimat yang singkat namun padat dan menjadi salah satu prinsip penting dalam Islam, termasuk dalam prinsip ini adalah masalah-masalah hukum yang tidak terhitung banyaknya, diantaranya adalah sholat, contohnya pada ibadah sholat, bila seseorang tidak mampu melaksanakan sebagian dari rukun atau sebagian dari syaratnya, maka hendaklah ia lakukan apa yang dia mampu. Begitu pula dalam membayar zakat fitrah untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya, bila tidak bisa membayar semuanya, maka hendaklah ia keluarkan semampunya, juga dalam memberantas kemungkaran, jika tidak dapat memberantas semuanya, maka hendaklah ia lakukan semampunya dan masalah-masalah lain yang tidak terbatas banyaknya. Pembahasan semacam ini telah populer didalam kitab-kitab fiqh. Hadits diatas sejalan dengan firman Allah, QS. At-Taghabun 64:16<em><span style="color:blue;">, “Maka bertaqwalah kepada Allah menurut kemampuan kamu”</span></em> Adapun firman Allah, QS. Ali ‘Imraan 3:102, <em><span style="color:blue;">“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sungguh-sungguh”</span></em> ada yang berpendapat telah terhapus oleh ayat diatas. Sebagian ulama berkata : Yang benar ayat tersebut tidak terhapus bahkan menjelaskan dan menafsirkan apa yang dimaksud dengan taqwa yang sungguh-sungguh, yaitu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, dan Allah memerintahkan melakukan sesuatu menurut kemampuan, karena Allah berfirman, QS. Al-Baqarah 2:286, <em><span style="color:blue;">“Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya”</span></em> dan firman Allah dalam QS. Al-Hajj 22:78, <em><span style="color:blue;">“Allah tidak membebankan kesulitan kepada kamu dalam menjalankan agama”</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi”</span></em> maka hal ini menunjukkan adanya sifat mutlak, kecuali apabila seseorang mengalami rintangan /udzur dibolehkan melanggarnya, seperti dibolehkan makan bangkai dalam keadaan darurat, dalam keadaan seperti ini perbuatan semacam itu menjadi tidak dilarang. Akan tetapi dalam keadaan tidak darurat hal tersebut harus dijauhi karena ada larangan. Seseorang tidak dapat dikatakan menjauhi larangan jika hanya menjauhi larangan tersebut dalam selang waktu tertentu saja, berbeda dengan hal melaksanakan perintah, yang mana sekali saja dilaksanakan sudah terpenuhi. Inilah prinsip yang berlaku dalam memahami perintah secara umum, apakah suatu perintah harus segera dilakukan atau boleh ditunda, atau cukup sekali atau berulang kali, maka hadits ini mengandung berbagai macam pembahasan fiqh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, “Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka” disebutkan setelah kalimat, “biarkanlah aku dengan apa yang aku diamkan kepada kamu” maksudnya ialah kamu jangan banyak bertanya sehingga menimbulkan jawaban yang bermacam-macam, menyerupai peristiwa yang terjadi pada bani Israil, tatkala mereka diperintahkan menyembelih seekor sapi yang seandainya mereka mengikuti perintah itu dan segera menyembelih sapi seadanya, niscaya mereka dikatakan telah menaatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, karena mereka banyak bertanya dan mempersulit diri sendiri, maka mereka akhirnya dipersulit dan dicela. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam khawatir hal semacam ini terjadi pada umatnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=11&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/12/hadits-ke-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-8</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-8/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-8/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2007 09:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-8/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث الثامن

HADITS KE-8
PERINTAH MEMERANGI MANUSIA YANG TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT DAN MENGELUARKAN ZAKAT
 عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال &#8221; أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة , فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=10&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث الثامن</span></strong><span dir="ltr"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span dir="ltr"><strong>HADITS KE-8</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><u><span style="color:blue;">PERINTAH MEMERANGI MANUSIA YANG TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT DAN MENGELUARKAN ZAKAT</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم <span style="color:red;">قال</span></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span> &#8221; </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">الصلاة ويؤتوا الزكاة , فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">وحسابهم على الله تعالى</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari Ibnu &#8216;Umar radhiallahu &#8216;anhuma, sesungguhnya Rasulullah telah bersabda<em> <span style="color:blue;">: &#8220;Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Barangsiapa telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena alasan yang hak dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta&#8217;ala&#8221;.</span></em><span style="color:blue;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Bukhari no. 25, Muslim no. 22]</span></strong><span id="more-10"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini amat berharga dan termasuk salah satu prinsip Islam. Hadits yang semakna juga diriwayatkan oleh Anas, Rasulullah bersabda : <em><span style="color:blue;">“Sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, menghadap kepada kiblat kita, memakan sembelihan kita dan melaksanakan shalat kita. Jika mereka melakukan hal itu, maka darah mereka dan harta mereka haram kita sentuh kecuali karena hak. Bagi mereka hak sebagaimana yang diperoleh kaum muslim dam mereka memikul kewajiban sebagaimana yang menjadi kewajiban kaum muslimin”.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah disebutkan sabda beliau : “<em><span style="color:blue;">Sampai mereka bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah dan beriman kepadaku dan apa yang aku bawa“.</span></em><br />
Hal ini sesuai dengan kandungan Hadits riwayat dari ‘Umar diatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang maksud hadits ini para ulama mengartikannya berdasarkan sejarah, yaitu tatkala Rasulullah wafat dan Abu Bakar Ash Shiddiq diangkat sebagai khalifah untuk menggantikannya, sebagian dari orang Arab menjadi kafir. Abu Bakar bertekad untuk memerangi mereka sekalipun di antara mereka ada yang tidak kafir tetapi menolak membayar zakat. Abu Bakar lalu mengemukakan alasan perbuatannya itu, tetapi ‘Umar berkata kepadanya : “Bagaimana engkau akan memerangi manusia sedangkan mereka mengucapakan laa ilaaha illallaah dan Rasulullah bersabda : “Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah &#8230; dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta’ala”. Abu Bakar lalu menjawab : “Sesungguhnya zakat itu adalah kewajiban yang bersifat kebendaan”. Lalu katanya : “Demi Allah, kalau mereka merintangiku untuk mengambil seutas tali unta yang mereka dahulu serahkan sebagai zakat kepada Rasulullah niscaya aku perangi mereka karena penolakannya itu”.Maka kemudian Umar mengikuti jejak Abu Bakar untuk memerangi kaum tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat <em><span style="color:blue;">&#8220;Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan laa ilaaha illallaah, dan barangsiapa telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena alasan yang hak dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah”.</span></em> Khatabi dan lain-lain bekata : “Yang dimaksud oleh Hadits ini ialah kaum penyembah berhala dan kaum Musyrik Arab serta orang yang tidak beriman, bukan golongan Ahli kitab dan mereka yang mengakui keesaan Allah”. Untuk terpeliharanya orang-orang semacam itu tidak cukup dengan mengucapkan laa ilaaha illallaah saja, karena sebelumnya mereka sudah mengatakan kalimat tersebut semasa masih sebagai orang kafir dan hal itu sudah menjadi keimanannya. Tersebut juga didalam hadits lain kalimat “dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah, mereka melaksanakan shalat, dan mengeluarkan zakat”.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muhyidin An Nawawi berkata : “Di samping mengucapkan hal semacam ini ia juga harus mengimani semua ajaran yang dibawa Rasulullah seperti tersebut pada riwayat lain dari Abu Hurairah, yaitu kalimat, <em><span style="color:blue;">“sampai mereka bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah, beriman kepadaku dan apasaja yang aku bawa”</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, “<em><span style="color:blue;">Dan perhitungannya terserah kepada Allah”</span></em> maksudnya ialah tentang hal-hal yang mereka rahasiakan atau mereka sembunyikan, bukan meninggalkan perbuatan-perbuatan lahiriah yang wajib. Demikian disebutkan oleh khathabi. Khathabi berkata : Orang yang secara lahiriah menyatakan keislamannya, sedang hatinya menyimpan kekafiran, secara formal keislamannya diterima” ini adalah pendapat sebagian besar ulama. Imam Malik berkata : “Tobat orang yang secara lahiriah menyatakan keislaman tetapi menyimpan kekafiran dalam hatinya (zindiq) tidak diterima” ini juga merupakan pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“aku diperintah memerangi manusia sampai mereka bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah dan mereka beriman kepadaku dan apa yang aku bawa”</span></em> menjadi alasan yang tegas dari mazhab salaf bahwa manusia apabila meyakini islam dengan sungguh-sungguh tanpa sedikitpun keraguan, maka hal itu sudah cukup bagi dirinya. Dia tidak perlu mempelajari berbagai dalil ahli ilmu kalam dan mengenal Allah dengan dalil-dalil semacam itu. Hal ini berbeda dengan mereka yang berpendapat bahwa orang tersebut wajib mempelajari dalil-dalil semacam itu dan dijadikannya sebagai syarat masuk Islam. Pendapat ini jelas sekali kesalahannya, sebab yang dimaksud oleh hadits diatas, adanya keyakinan yang sungguh-sungguh dalam diri seseorang. Hal ini sudah dapat terpenuhi tanpa harus mempelajari dalil-dalil semacam itu, sebab Rasulullah mencukupkan dengan mempercayai ajaran apa saja yang beliau bawa tanpa mensyaratkan mengetahui dalil-dalilnya. Didalam hal ini terdapat beberapa hadits shahih yang jumlah sanadnya mencapai derajat mutawatir dan bernilai pengetahuan yang pasti. Wallahu a’lam</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=10&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-7</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-7/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2007 02:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-7/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث السابع

HADITS KE-7
 AGAMA ADALAH NASIHAT
 
 عن أبي تميم بن أوس الـداري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال &#8221; الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و عامتهم
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu &#8216;anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=9&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث السابع</span></strong><span dir="ltr"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span dir="ltr"><strong>HADITS KE-7</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span><strong><u><span style="color:blue;">AGAMA ADALAH NASIHAT</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> عن أبي تميم بن أوس الـداري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">وسلم قال<span style="color:red;"> &#8221; الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و</span></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">عامتهم</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari <em>radhiallahu &#8216;anh, <span style="color:blue;">“Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”</span></em><span style="color:blue;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Muslim no. 55]</span></strong><span id="more-9"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tamim Ad Daari hanya meriwayatkan hadits ini, kata nasihat merupakan sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik. Dalam bahasa arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata nasihat, sebagaimana disebutkan oleh para ulama bahasa arab tentang kata Al Fallaah yang tidak memiliki padanan setara, yang mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat<em>,<span style="color:blue;"> “Agama adalah Nasihat”</span></em> maksudnya adalah sebagai tiang dan penopang agama, sebagaimana sabda Rasulullah, “Haji adalah arafah”, maksudnya wukuf di arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang penafsiran kata nasihat dan berbagai cabangnya, Imam al-Khathabi dan ulama-ulama lain mengatakan<span>  </span>:</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:5pt 0 12pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span>    </span></span><span dir="ltr">Nasihat untuk Allah maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala kebaikan, menganjurkan orang berbuat kebaikan, bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. Khathabi berkata : “Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut, kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapapun”</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:5pt 0 12pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span>   </span></span><span dir="ltr">Nasihat untuk kitab-Nya à maksudnya beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada Rasul-Nya, mengakui bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun, kemudian menghormati firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkan dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hokum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut diatas dan menimani Kitabullah</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:5pt 0 12pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span>  </span></span><span dir="ltr">Nasihat untuk Rasul-Nya maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmunya dan mengajak manusia pada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan sesuatu yang tidak diketahui sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan orang yang melakukan perkara bid’ah dan orang yang tidak mengakui salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-17.85pt;margin:5pt 0 12pt 35.7pt;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span>  </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Nasihat untuk para pemimpin umat islam maksudnya menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum shalat dibelakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo’akan mereka agar mereka mendapatkan kebaikan.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span>    </span></span><span dir="ltr">Nasihat untuk seluruh kaum muslim à maksudnya memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi merela dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap santun, ikhlas dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas. Wallahu a’lam</span></p>
<p style="text-align:justify;">Memberi nasihat merupakan fardu kifayah, jika telah ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Hal ini merupakan keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan. Nasihat dalam bahasa arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat nashahtul ‘asala artinya saya membersihkan madu hingga tersisa yang murni, namun ada juga yang mengatakan kata nasihat memiliki makna lain. Wallahu a’lam</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=9&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/11/hadits-ke-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits ke-6</title>
		<link>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/08/hadits-ke-6/</link>
		<comments>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/08/hadits-ke-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 09:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Aufa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/08/hadits-ke-6/</guid>
		<description><![CDATA[الحديث السادس

HADITS KE-6
DALIL YANG HALAL DAN YANG HALAM TELAH JELAS
 عن أبي عبدالله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول &#8221; إن الحلال بين و الحرام بين , وبينهما مشتبهات قد لا يعلمهن كثير من الناس , فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه , ومن وقع [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=8&subd=arbaiin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;color:green;">الحديث السادس</span></strong><span dir="ltr"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" align="center"><span dir="ltr"><strong>HADITS KE-6</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><u><span style="color:blue;">DALIL YANG HALAL DAN YANG HALAM TELAH JELAS</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> عن أبي عبدالله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال : سمعت رسول</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">الله صلى الله عليه وسلم يقول &#8221; <span style="color:red;">إن الحلال بين و الحرام بين , وبينهما مشتبهات قد</span></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">لا يعلمهن كثير من الناس , فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه , ومن وقع في</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">الشبهات فقد وقع في الحرام , كالراعي يرعى حول الحمى يوشك أن يرتع فيه , ألا وأن</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">لكل ملك حمى , ألا وإن حمى الله محارمه , إلا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span> </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:red;">كله , وإذا فسدت فسد الجسد كله , ألا وهي القلب</span><span dir="ltr" style="font-size:16pt;line-height:150%;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dari Abu &#8216;Abdillah An-Nu&#8217;man bin Basyir radhiallahu &#8216;anhuma berkata,&#8221;Aku mendengar Rasulullah bersabda:<em> <span style="color:blue;">“Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya. </span></em></span><em><span style="color:blue;">Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.</span></em><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>[Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]</span></strong><span id="more-8"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini merupakan salah satu pokok syari’at Islam. Abu Dawud As Sijistani berkata, “Islam bersumber pada empat (4) hadits.” Dia sebutkan diantaranya adalah hadits ini. Para ulama telah sepakat atas keagungan dan banyaknya manfaat hadits ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar”</span></em> maksudnya segala sesuatu terbagi kepada tiga macam hukum. Sesuatu yang ditegaskan halalnya oleh Allah, maka dia adalah halal, seperti firman Allah (QS. Al-Maa’idah 5 : 5),”<em><span style="color:blue;">Aku Halalkan bagi kamu hal-hal yang baik dan makanan (sembelihan) ahli kitab halal bagi kamu”</span></em> dan firman-Nya dalam (QS. An-Nisaa 4:24), <em><span style="color:blue;">“Dan dihalalkan bagi kamu selain dari yang tersebut itu”</span></em> dan lain-lainnya. Adapun yang Allah nyatakan dengan tegas haramnya, maka dia menjadi haram, seperti firman Allah dalam (QS. An-Nisaa’ 4:23), <em><span style="color:blue;">“Diharamkan bagi kamu (menikahi) ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu …..”</span></em> dan firman Allah (QS. Al-Maa’idah 5:96), <em><span style="color:blue;">“Diharamkan bagi kamu memburu hewan didarat selama kamu ihram”.</span></em> Juga diharamkan perbuatan keji yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Setiap perbuatan yang Allah mengancamnya dengan hukuman tertentuatau siksaan atau ancaman keras, maka perbuatan itu haram.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun yang syubhat (samar) yaitu setiap hal yang dalilnya masih dalam pembicaraan atau pertentangan, maka menjauhi perbuatan semacam itu termasuk wara’. Para Ulama berbeda pendapat mengenai pengertian syubhat yang diisyaratkan oleh Rasulullah . Pada hadits tersebut, sebagian Ulama berpendapat bahwa hal semacam itu haram hukumnya berdasarkan sabda Rasulullah, <em><span style="color:blue;">“barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya”</span></em>. Barangsiapa tidak menyelamatkan agama dan kehormatannya, berarti dia telah terjerumus kedalam perbuatan haram. Sebagian yang lain berpendapat bahwa hal yang syubhat itu hukumnya halal dengan alas an sabda Rasulullah, <em><span style="color:blue;">“seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang”</span></em> kalimat ini menunjukkan bahwa syubhat itu halal, tetapi meninggalkan yang syubhat adalah sifat yang wara’. Sebagian lain lagi berkata bahwa syubhat yang tersebut pada hadits ini tidak dapat dikatakan halal atau haram, karena Rasulullah menempatkannya diantara halal dan haram, oleh karena itu kita memilih diam saja, dan hal itu termasuk sifat wara’ juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan sebuah hadits dari ‘Aisyah, ia berkata : “Sa’ad bin Abu Waqash dan ‘Abd bin Zam’ah mengadu kepada Rasulullah tentang seorang anak laki-laki. Sa’ad berkata : Wahai Rasulullah anak laki-laki ini adalah anak saudara laki-lakiku.’Utbah bin Abu Waqash. Ia (‘Utbah) mengaku bahwa anak laki-laki itu adalah anaknya. Lihatlah kemiripannya” sedangkan ‘Abd bin Zam’ah berkata; “ Wahai Rasulullah, Ia adalah saudara laki-lakiku, Ia dilahirkan ditempat tidur ayahku oleh budak perempuan milik ayahku”, lalu Rasulullah memperhatikan wajah anak itu (dan melihat kemiripannya dengan ‘Utbah) maka beliau Rasulullah bersabda : “Anak laki-laki ini untukmu wahai ‘Abd bin Zam’ah, anak itu milik laki-laki yang menjadi suami perempuan yang melahirkannya dan bagi orang yang berzina hukumannya rajam. Dan wahai Saudah, berhijablah kamu dari anak laki-laki ini” sejak saat itu Saudah tidak pernah melihat anak laki-laki itu untuk seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah telah menetapkan bahwa anak itu menjadi hak suami dari perempuan yang melahirkannya, secara formal anak laki-laki itu menjadi anak Zam’ah. ‘Abd bin Zam’ah adalah saudara laki-laki Saudah, istri Rasulullah , karena Saudah putrid Zam’ah. Ketetapan semacam ini berdasarkan suatu dugaan yang kuat bukan suatu kepastian. Kemudian Rasulullah menyuruh Saudah untuk berhijab dari anak laki-laki itu karena adanya syubhat dalam masalah itu. Jadi tindakan ini bersifat kehati-hatian. Hal itu termasuk perbuatan takut kepada Allah SWT, sebab jika memang pasti dalam pandangan Rasulullah anak laki-laki itu adalah anak Zam’ah, tentulah Rasulullah tidak menyuruh Saudah berhijab dari saudara laki-lakinya yang lain, yaitu ‘Abd bin Zam’ah dan saudaranya yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Hadits ‘Adi bin Hatim, ia berkata : “Wahai Rasulullah, saya melepas anjing saya dengan ucapan Bismillah untuk berburu, kemudian saya dapati ada anjing lain yang melakukan perburuan” Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu makan (hewan buruan yang kamu dapat) karena yang kamu sebutkan Bismillah hanyalah anjingmu saja, sedang anjing yang lain tidak”. Rasulullah memberi fatwa semacam ini dalam masalah syubhat karena beliau khawatir bila anjing yang menerkam hewan buruan tersebut adalah anjing yang dilepas tanpa menyebut Bismillah. Jadi seolah-olah hewan itu disembelih dengan cara diluar aturan Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya hal itu adalah perbuatan fasiq” (QS. Al-An’am 6:121)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam fatwa ini Rasulullah menunjukkan sifat kehati-hatian terhadap hal-hal yang masih samar tentang halal atau haramnya, karena sebab-sebab yang masih belum jelas. Inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah , “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan kamu untuk berpegang pada sesuatu yang tidak meragukan kamu”</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian Ulama berpendapat, syubhat itu ada tiga macam :</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span>      </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Sesuatu yang sudah diketahui haramnya oleh manusia tetapi orang itu ragu apakah masih haram hukumnya atau tidak. misalnya makan daging hewan yang tidak pasti cara penyembelihannya, maka daging semacam ini haram hukumnya kecuali terbukti dengan yakin telah disembelih (sesuai aturan Allah). Dasar dari sikap ini adalah hadits ‘Adi bin Hatim seperti tersebut diatas.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span>      </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Sesuatu yang halal tetapi masih diragukan kehalalannya, à seperti seorang laki-laki yang punya istri namun ia ragu-ragu, apakah dia telah menjatuhkan thalaq kepada istrinya atau belum, ataukah istrinya seorang perempuan budak atau sudah dimerdekakan. Hal seperti ini hukumnya mubah hingga diketahui kepastian haramnya, dasarnya adalah hadits ‘Abdullah bin Zaid yang ragu-ragu tentang hadats, padahal sebelumnya ia yakin telah bersuci.</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span>      </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Seseorang ragu-ragu tentang sesuatu dan tidak tahu apakah hal itu haram atau halal, dan kedua kemungkinan ini bisa terjadi sedangkan tidak ada petunjuk yang menguatkan salah satunya. Hal semacam ini sebaiknya dihindari, sebagaimana Rasulullah pernah melakukannya pada kasus sebuah kurma yang jatuh yang beliau temukan dirumahnya, lalu Rasulullah bersabda : “Kalau saya tidak takut kurma ini dari barang zakat, tentulah saya telah memakannya”<br />
Adapun orang yang mengambil sikap hati-hati yang berlebihan, seperti tidak menggunakan air bekas yang masih suci karena khawatir terkena najis, atau tidak mau sholat disuatu tempat yang bersih karena khawatir ada bekas air kencing yang sudah kering, mencuci pakaian karena khawatir pakaiannya terkena najis yang tidak diketahuinya dan sebagainya, sikap semacam ini tidak perlu diikuti, sebab kehati-hatian yang berlebihan tanda adanya halusinasi dan bisikan setan, karena dalam masalah tersebut tidak ada masalah syubhat sedikitpun. Wallahu a’lam.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”</span></em> maksudnya tidak mengetahui tentang halal dan haramnya, atau orang yang mengetahui hal syubhat tersebut didalam dirinya masih tetap menghadapi keraguan antara dua hal tersebut, jika ia mengetahui sebenarnya atau kepastiannya, maka keraguannya menjadi hilang sehingga hukumnya pasti halal atau haram. Hal ini menunjukkan bahwa masalah syubhat mempunyai hokum tersendiri yang diterangkan oleh syari’at sehingga sebagian orang ada yang berhasil mengetahui hukumnya dengan benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya”</span></em> maksudnya menjaga dari perkara yang syubhat.<br />
Kalimat, “barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram” hal ini dapat terjadi dalam dua hal :</p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span>      </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Orang yang tidak bertaqwa kepada Allah dan tidak memperdulikan perkara syubhat maka hal semacam itu akan menjerumuskannya kedalam perkara haram, atau karena sikap sembrononya membuat dia berani melakukan hal yang haram, seperti kata sebagian orang : “Dosa-dosa kecil dapat mendorong perbuatan dosa besar dan dosa besar mendorong pada kekafiran”</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span>      </span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Orang yang sering melakukan perkara syubhat berarti telah menzhalimi hatinya, karena hilangnya cahaya ilmu dan sifat wara’ kedalam hatinya, sehingga tanpa disadari dia telah terjerumus kedalam perkara haram. Terkadang hal seperti itu menjadikan perbuatan dosa jika menyebabkan pelanggaran syari’at.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah bersabda : “<em><span style="color:blue;">seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya”</span></em> ini adalah kalimat perumpamaan bagi orang-orang yang melanggar larangan-larangan Allah. Dahulu orang arab biasa membuat pagar agar hewan peliharaannya tidak masuk ke daerah terlarang dan membuat ancaman kepada siapapun yang mendekati daerah terlarang tersebut. Orang yang takut mendapatkan hukuman dari penguasa akan menjauhkan gembalaannya dari daerah tersebut, karena kalau mendekati wilayah itu biasanya terjerumus. Dan terkadang penggembala hanya seorang diri hingga tidak mampu mengawasi seluruh binatang gembalaannya. Untuk kehati-hatian maka ia membuat pagar agar gembalaannya tidak mendekati wilayah terlarang sehingga terhindar dari hukuman. Begitu juga dengan larangan Allah seperti membunuh, mencuri, riba, minum khamr, qadzaf, menggunjing, mengadu domba dan sebagainya adalah hal-hal yang tidak patut didekati karena khawatir terjerumus dalam perbuatan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat, <em><span style="color:blue;">“Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya”</span></em> yang dimaksud adalah hati, betapa pentingnya daging ini walaupun bentuknya kecil, daging ini disebut Al-Qalb (hati) yang merupakan anggota tubuh yang paling terhormat, karena ditempat inilah terjadi perubahan gagasan, sebagian penyair bersenandung, “Tidak dinamakan hati kecuali karena menjadi tempat terjadinya perubahan gagasan, karena itu waspadalah terhadap hati dari perubahannya”<br />
Allah menyebutkan bahwa manusia dan hewan memiliki hati yang menjadi pengatur kebaikan-kebaikan yang diinginkan. Hewan dan manusia dalam segala jenisnya mampu melihat yang baik dan buruk, kemudian Allah mengistimewakan manusia dengan karunia akal disamping dikaruniai hati sehingga berbeda dari hewan. Allah berfirman, <em><span style="color:blue;">“Tidakkah mereka mau berkelana dimuka bumi karena mereka mempunyai hati untuk berpikir, atau telinga untuk mendengar…”</span></em> (QS. Al-Hajj 22:46). Allah telah melengkapi dengan anggota tubuh lainnya yang dijadikan tunduk dan patuh kepada akal. Apa yang sudah dipertimbangkan akal, anggota tubuh tinggal melaksanakan keputusan akal itu, jika akalnya baik maka perbuatannya baik, jika akalnya jelek, perbuatannya juga jelek.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita telah memahami hal diatas, maka kita bisa menangkap dengan jelas sabda Rasulullah , <em><span style="color:blue;">“Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.</span></em><br />
Kita memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan hati kita yang jelek menjadi baik, wahai Tuhan pemutar balik hati, teguhkanlah hati kami pada agama-Mu, wahai Tuhan pengendali hati, arahkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arbaiin.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arbaiin.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arbaiin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arbaiin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arbaiin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arbaiin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arbaiin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arbaiin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arbaiin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arbaiin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arbaiin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arbaiin.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arbaiin.wordpress.com&blog=627287&post=8&subd=arbaiin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arbaiin.wordpress.com/2007/01/08/hadits-ke-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2ef3b7a315818ae58e10257eb4fb65a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبوأوفى</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>